• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Showing posts with label sejarah desa. Show all posts
Showing posts with label sejarah desa. Show all posts

Wednesday, July 5, 2023

Desa Kauman

 


Ketika umumnya sebuah desa memiliki wilayah yang lebih luas dari satu RT/RW, desa di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini justru luasnya hanya seperti satu RT. Desa ini adalah Desa Kauman, yang disebut sebagai desa terkecil di Indonesia.

Letak Desa Kauman berada di sebelah barat Alon-alon Sidayu. Luas Desa Kauman hanya 4,06 hektare. Desa ini hanya memiliki 673 penduduk, dengan 137 KK. Jika berkeliling desa ini sambil menghitung jumlah rumah, hingga tahun ini, hanya ada 99 rumah yang berpenghuni.

Kendati demikian, penduduk di Desa Kauman sangat produktif. Para penduduk desa terkecil di Indonesia ini memproduksi makanan khas Gresik, yakni Bonggolan. Mereka juga memproduksi kerupuk Sidayu yang laku keras di pasaran.

Pada masa kejayaannya dulu, Desa Kauman dikenal sebagai daerah penghasil sarang burung walet. Makanya bukan hal yang aneh jika banyak penduduk asli di Desa Kauman yang taraf ekonominya sangat baik.

Di Desa Kauman juga terdapat sebuah wisata religi, yakni Masjid Kanjeng Sepuh. Sebuah sumber menyebutkan, masjid ini dibangun pada tahun 1759 masehi. Pendirinya adalah penguasa Sidayu, Raden Kromo Widjojo dan dilanjutkan R.A.A. Soeroadiningrat III, yang kemudian dikenal dengan Kanjeng Sepuh. Sosok Kanjeng Sepuh ini dimakamkan di belakang masjid tersebut bersama dengan penguasa Sidayu lainnya.

Karena letaknya cukup strategis dan dekat dengan banyak madrasah atau pondok, maka di Desa Kauman juga ada banyak santri yang bermukim di rumah warga. Misalnya, seperti di rumah Kaji Khuluq. Sampai sekarang, dia masih menampung beberapa anak usia SD di rumahnya.

Kaji Khuluq dikatakan ikut merawat banyak santri mulai dari kecil hingga lulus. Meskipun sudah tidak seramai dulu, namun sampai saat ini Kaji Khuluq dan sejumlah warga lainnya masih dengan senang hati merawat anak-anak santri dari madrasah atau pondok sekitar.

 

Sejarah Desa Kauman

 

 





 

Sepintas Sejarah

Nama asli Kanjeng Sepuh adalah Raden Adipati Soeryadiningrat. Beliau adalah salah satu bupati di Kabupaten Sidayu. Kanjeng Sepuh tersohor lantaran beliau adalah seorang ulama. Disamping itu beliau juga memiliki leadership yang tinggi. Ketulusannya untuk selalu memihak pada yang lemah, dan selalu dekat dengan rakyat kecil itulah yang membuat Kanjeng Sepuh sangat dicintai rakyatnya.

 

Sebutan ini tidak saja disebabkan kesaktian dan semangat keberanian, kepahlawanan sebagai seorang bupati kepada pemerintah Belanda saja, akan tetapi juga karena alim dan waro’nya, serta jujur dan ikhlashnya, terutama beliau adalah termasuk satu-satunya tokoh ulama’ islam yang sangat aktif memperjuangkan agama islam diseluruh kabupaten Sidayu.

Beberapa peninggalan beliau yang sampai kini masih sangat terasa manfaatnya pada masyarakat dalam daerah wilayah kabupaten Sidayu adalah sebuah telaga yang terkenal dengan “TELOGO RAMBIT”. Telaga ini airnya tidak pernah berubah, tetapi jernih dan segar sekalipun dimasuki oleh air bah (banjir) yang biasanya sangat keruh itu. Sedang rasanya pun sedikit manis dan dingin.

Peninggalan yang kedua ialah SUMUR DAHAR yang berada di desa Golokan Sidayu, pun airnya jernih, manis dan dingin serta segar rasanya, tetapi kini tampak tidak terawat.

Di Desa Lowayu ada juga peninggalaan Kanjeng Sepuh yang di beri nama “Kali Sumpet”, konon Kanjeng Sepuhlah yang mempunyai gagasan untuk menyumpet (membendung) sungai itu agar Desa Lowayu tidak kekurangan air pada waktu musim kemarau.

 

Lokasi Wisata Ziarah

Makam Kanjeng Sepuh Sidayu terletak di Desa Kauman Kecamatan Sidayu yang berjarak ± 28 km dari Kota Gresik melalui jalur pantura Gresik – Tuban. Makam Kanjeng Sepuh Sidayu berada di belakang masjid jami’ Sidayu. Makam tersebut berada dalam kompleks pemakaman para Bupati Sidayu yang lainnya dan para keluarga besarnya.

 

Source : https://www.laduni.id/post/read/65100/wisata-dan-ziarah-di-makam-kanjeng-sepuh-sidayu-gresik